BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Sanggau Berbudaya - ECPv6.15.11//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Sanggau Berbudaya
X-ORIGINAL-URL:https://sanggauberbudaya.id
X-WR-CALDESC:Events for Sanggau Berbudaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20230101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241006T060000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241006T220000
DTSTAMP:20260512T063254
CREATED:20240921T194921Z
LAST-MODIFIED:20241009T094148Z
UID:8742-1728194400-1728252000@sanggauberbudaya.id
SUMMARY:Mande' Bedel Keraja dan Perang Ketupat
DESCRIPTION:Kerajaan Tayan menggelar acara Mande’ Bedil Keraja’\, yaitu prosesi memandikan pusaka kerajaan. Dalam memandikan pusaka kerajaan ini dilangsungkan diatas perahu atau ponton\, yang sambil menyusuri Sungai Kapuas hingga pertigaan sungai yang tidak jauh dari keberadaan Keraton Tayan. Pusaka kerajaan yang dimandikan adalah bedil\, kemudian bedil itu sepasang bedil itu dimandikan dengan air langer. \n\nMande’ Bedil Keraja’ yakni sebuah ritual adat yang sudah berlangsung lama atau sejak Kerajaan Tayan berdiri di zaman Raja Pertama Gusti Lekar yang beristrikan Encik Periuk. \nPada zaman dahulu\, bedil/senjata kerajaan dimandikan ketika negeri dilanda kekeringan atau diserang wabah penyakit\, serta bala bencana yang biasanya ada isyarat mimpi yang dialamatkan kepada raja atau pemimpin sesepuh negeri. \nKemudian air dari mandian bedil kerajaan itu digunakan untuk menyembuhkan penyakit manakala ada wabah\, atau digunakan untuk memupuk tanaman padi yang juga sebagai air tolak bala. \nRangkaian acara dimulai dengan berjalan kaki dari Keraton Pakunegara Tayan menuju dermaga dengan membawa sejumlah benda pusaka. Kemudian rombongan dari keraton beserta tamu undangan naik ke kapal untuk melaksakan ritual Mande’ Bedil Keraja’ atau memandikan benda pusaka kerajaan\, yang sebelumnya dibacakan doa-doa oleh sesepuh keraton terlebih dahulu. Prosesi Mande’ bedel kerajaan dilaksanakan di dalam keraton dan di luar\, yakni di Muara Sungai Tayan persis diujung Tanjung (salah satu situs sejarah Kerajaan Tayan). \nSetelah acara memandikan pusaka kerajaan\, langsung dilanjutkan perang ketupat antara warga yang menaiki kapal dengan warga yang ada ditanjung atau daratan. \nSelesai memandikan benda pusaka kerajaan\, perang ketupat pun dilaksanakan. Perang ketupat merupakan rangkaian dari Mande’ Bedil Keraja’ yang melibatkan seluruh masyarakat tanpa membedakan ras dan agama. Dinamakan perang ketupat\, yakni sebagai bentuk simbolik tolak bala yang kemungkinan melanda negeri (Keraton Tayan). \nDoc. Bupati Sanggau\, Paolus Hadi beserta jajaran Forkompimda ikut ‘Perang Ketupat’ bersama masyarakat sebagai rangkaian Festival Budaya Pakunegara Tayan\, Rabu (27/11/2019). Foto : Baliya Thiaq Alkadrie \nPerang ketupat itu dilakukan dengan cara saling melempar ketupat antara masyarakat yang berada  di atas kapal dengan masyarakat  yang berada di darat. Di dalam kapal itu ada beberapa orang keraton memegang benda pusaka dan mereka tidak ikut melakukan proses melempar ketupat itu. Dalam kesempatan ini\, para undangan yang ada di atas kapal juga ikut melempar  ketupat ke arah lawan atau masyarakat yang berada di darat. Benda pusaka kerajaan dibawa sampai ke pinggir sungai hingga menuju dermaga Keraton Pakunegara Tayan. \nKetupat yang digunakan untuk perang ketupat\, yakni hasil penyerahan dari masyarakat disekitar keraton secara sukarela. Ketupat tolak bala tersebut bentuknya berbeda dengan ketupat pada umumnya. Ketupat yang diserahkan itu dari hasil panen dan hanya 21 buah setiap kepala keluarga yang menyerahkannya. \nMande’ Bedil Keraja’ dan Perang Ketupat ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh Keraton Pakunegara Tayan dan didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau dan mengundang Pemerintah Kabupaten Sanggau\, Forkopimda\, serta Raja-Raja se-Kalimantan Barat bahkan Raja-Raja dari Malaysia dan Brunei Darusalam. \n\nSelain mengadakan ritual budaya Keraton Pakunegara berupa Mande’ Bedil Keraja’ dan Perang Ketupat\, ada pula karnaval budaya\, lomba pagelaran seni dan lomba permainan tradisional diantaranya dendang Melayu\, begesah\, pokok telok\, kaki antu\, mbenter\, congkak\, bunga pencak silat dan lainnya yang dapat diikuti seluruh masyarakat di Kecamatan Tayan Hilir. \n  \n  \n  \n\nNara Sumber : Raja Tayan\, Gusti Yusri
URL:https://sanggauberbudaya.id/event/mande-bedil-keraja-dan-perang-ketupat/
LOCATION:Keraton Pakunegara Tayan Hilir\, Desa Pedalaman\, Kecamatan Tayan Hilir\, Kalimantan Barat\, 78564\, Indonesia
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://sanggauberbudaya.id/wp-content/uploads/2024/09/abc1325d-c302-40ef-80a4-0af15460e2fc.jpg
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20241026T080000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20241026T223000
DTSTAMP:20260512T063254
CREATED:20240921T210922Z
LAST-MODIFIED:20240921T211137Z
UID:8757-1729929600-1729981800@sanggauberbudaya.id
SUMMARY:Malam Badendang
DESCRIPTION:sanggauberbudaya.id – Malam Badendang\, yang artinya malam yang bergerak atau bergoyang\, merupakan sebuah tradisi tarian dan nyanyian tradisional dari Sumatera Barat yang dijalankan bersama keluarga dan kerabat. Biasanya\, acara ini dimulai setelah tengah malam dan berlangsung hingga malam hari. Tradisi ini berfungsi sebagai upaya untuk menyatukan keluarga dan membentuk ikatan yang erat dalam konteks kehidupan sosial. \nDoc. Tari Piring yang ditampilkan oleh IKSB pada Malam Badendang di Balai Batomu Sanggau (23/10/2023). \n  \nUntuk hal ini\, Malam Badendang dilaksanakan di Bumi Daranate yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Sumatera Barat (IKSB) yang berdomisili di Kabupaten Sanggau. \nDoc. Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Ny. Arita Apolina menghadiri Malam Badendang di Balai Batomu Sanggau (23/10/2023) \n  \nPagelaran budaya ini sudah menjadi agenda rutin IKSB dan didukung penyelenggaraannya oleh Dinas Pendidikan dan Kabudayaan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sanggau mewujudkan Sanggau yang berbudaya.
URL:https://sanggauberbudaya.id/event/malam-badendang/
ATTACH;FMTTYPE=image/png:https://sanggauberbudaya.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-14.png
END:VEVENT
END:VCALENDAR