BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Sanggau Berbudaya - ECPv6.15.11//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-ORIGINAL-URL:https://sanggauberbudaya.id
X-WR-CALDESC:Events for Sanggau Berbudaya
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Jakarta
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0700
TZOFFSETTO:+0700
TZNAME:WIB
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Jakarta:20250707T080000
DTEND;TZID=Asia/Jakarta:20250709T235900
DTSTAMP:20260512T073259
CREATED:20240829T123610Z
LAST-MODIFIED:20250701T072910Z
UID:8077-1751875200-1752105540@sanggauberbudaya.id
SUMMARY:Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi Kabupaten Sanggau
DESCRIPTION:sanggauberbudaya.id – Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi adalah puncak dari seluruh rangkaian Nosu Minu Podi di Kabupaten Sanggau. Untuk diketahui\, Nosu Minu Podi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat adat Dayak kepada Sang Penompa (Tuhan) atas panen padi yang telah diberikan. Jadi dapat diartikan bahwa Nosu Minu Podi adalah kegiatan Memanggil Roh / semangat padi yang dilakukan dalam bentuk ritual sebuah di ladang dan dibawa ke Jurokng pada tanggal 6 Juli. Kegiatan ini diadakan sebelum orang membuka lahan baru untuk membuat ladang berikutnya. Pesta dalam bahasa setempat disebut GAWAI. \n\nhttps://sanggauberbudaya.id/wp-content/uploads/2024/08/GADNMP-XII-2025-Portraid.mp4\n  \nPada zaman dahulu orang orang bertani dengan membuat ladang\, mereka membuat ladang dengan cara berpindah pindah\, ladang tersebut ditanami padi\, selain menanam padi mereka juga menanam tanaman pendamping seperti jagung\, sayur sayuran dan juga ubi kayu. \nSetelah cukup umur\, padi pun mulai berbunga dan berbuah\, bulir padi mulai menguning lalu masak\, padi yang masak mulai dipanen oleh para petani. Namun ketika panen masih ada juga tangkai padi yang buahnya belum masak benar lalu dibiarkan dulu sampai buahnya sudah masak. \nDoc. Pembukaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XX 2024 (christtcg). \nTangkai atau buah padi yang belum masak itu disebut ”MPURAE” Padi yang telah dipanen itu dibawa pulang dan disimpan di lumbung (JUROANG). Lumbung itu khusus tempat menyimpan padi. Kemudian setelah dianggap MPURAE itu sudah masak\, petani pun pergi untuk memanennya kembali. \nBaca juga : https://sanggauberbudaya.id/berita/cerita-nosu-minu-podi-kabupaten-sanggau/ \nGawai Adat Dayak Nosu Minu Podi ini sudah dilaksanakan secara rutin tahunan setiap tanggal 7 sampai 9 Juli di Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor oleh Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau\, Desa Sungai Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau. Tahun 2025 ini merupakan pelaksanaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi yang ke-21. \nDoc. Pembukaan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XIX 2023 (christtcg). \nBerbagai kegiatan yang digelar pada event ini selama tiga hari diantaranya sejumlah perlombaan Tari Kreasi\, pemilihan Domamakng Domia\, pemilihan Abang Ayong\, permainan tradisonal Pangkak Gasing\, lomba menyumpit\, lomba memahat\, lomba menumbuk padi\, lomba menampik beras hingga Beraupm yang diikuti 15 DAD se-Kabupaten Sanggau. \nPemilihan Abang Ayong Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XX 2024 (christtcg). \nHal lain yang membuat minat pengunjung untuk berbondong-bondong menghadiri event ini diantaranya ada pameran asesoris\, stand-stand kuliner\, serta hiburan rakyat yang menampilkan lagu-lagu berbahasa Dayak Kabupaten Sanggau\, tari-tarian\, penampilan alat musik sape’ dan hiburan lainnya. \nPenampilan pemenang lomba Tari Kreasi dari DAD Kecamatan Parindu\, pada malam pemutupan Gawai Adat Dayak Nosu Minu Podi XX 2024 (christtcg).
URL:https://sanggauberbudaya.id/event/gawai-adat-dayak-nosu-minu-podi-2024/
LOCATION:Rumah Betang Raya Dori’ Mpulor Kabupaten Sanggau\, Desa Sungai Mawang\, Kecamatan Kapuas\, Kalimantan Barat\, Indonesia
CATEGORIES:Budaya
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://sanggauberbudaya.id/wp-content/uploads/2024/08/AND_6114.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR